Make your own free website on Tripod.com

SELAMAT DATANG DI RUBRIK AGAMA

1. MENGUCAP "LAILAHAILLALLAH" MASUK SURGA ?

Pertanyaan : Ada hadis Rasulullah SAW. mengatakan : "Barang siapa mengucapkan "LAILAHAILLALLAH" akan masuk surga , walaupun dosa-dosanya sebanyak buih di lautan". Apakah benar hadis itu ?

Jawaban : Orang-orang yang mengucap kalimat tauhid "LAILAHAILLALLAH" dengan penuh kemantapan dan didasari iman, tentunya sudah punya persiapan kuat untuk mengatur gerak langkahnya guna mengabdikan dirinya kepada kalimat tauhid itu. Arti dan tujuan pokok dari kalimat tauhid itu adalah : Mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.Apabila dia melanggar perintah dan larangan Allah ( dengan tidak mengulang-ulang ), kemudian tobat,dosanya akan diampuni Allah. Apabila mengucap "LAILAHAILLALLAH" dibarengi perbuatan maksiat yang dilakukan dengan sengaja dan sadar, maka rusak ucapannya itu. Seseorang yang akan masuk surga harus dihisab (diadili) dulu. Apabila ia tidak terus-menerus melakukan perbuatan dosa dan disertai tobat, maka dosanya akan diampuni Allah, walaupun dosanya sebanyak buih lautan. Jadi, orang yang mengucap "LAILAHAILLALLAH" dengan penuh keimanan, sesudah dihisab akan dapat masuk surga.

2. TEORI DARWIN DAN PENDAPAT ASYSYA'RAWI

Pertanyaan : Darwin pernah mengungkapkan teori yang menghebohkan kalangan Ulama. Apakah itu hanya suatu pendapat atau kenyataan ?

Jawaban : Itu hanyalah teori belaka. Mereka yang pada awalnya membenarkan teori Darwin,mereke pulalah yang akhirnya menolak kebenaran teori tersebut. Teori itu sesat dan menyesatkan. Kita tidak perlu menyusahkan diri kita dengan memikirkan teori itu. Kita harus membantahnya. Jawabnya mudah. Mana bukti yang dialami kera dalam proses menjadi manusia ?. Jika manusia itu memang berasal dari kera, lalu kera itu berasal dari mana ?. Kalau semua hewan melalui proses evolusi, apakah ada sumber asal dari suatu makhluk ?. Apakah tanaman juga mengalami proses evolusi ? Mengapa kita tidak pernah melihat proses perubahan pada dewan dan tumbuhan ?. Zaman dahulu ada suatu kepercayaan bahwa hewan pertama menjelma dari tanaman yang terakhir. Tetapi kita tetap melihat tanaman tetap tanaman dan hewan tetap hewan. Memang adakalanya kita melihat ada peningkatan kemampuan tertentu pada hewan, yang mengambil sedikit dari insting manusia, yaitu kemampuan meniru. Tetapi hewan itu tetap hewan dan ridak sedikitpun tidak ada gejala akan menjadi manusia. Misalnya jika seekor kera dididik dan dilatih melakukan sesuatu, maka dia akan mampu melakukannya, tetapi dia tidak dapat mendidik dan melatih kera lain untuk melakukannya.

 

1. KELEMAHAN WANITA

Pertanyaan : Apakah benar bahwa wanita itu lemah akal dan agamanya ?

Jawaban : Akal berasal dari kata "iqaal", yang artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bebas bergerak. Fungsi akal yaitu : memberikan pertimbangan, pendapat, atau memilih sesuatu. Biasanya akal menjadi lemah dan kalah jika menghadapi perasaan. Di sini masalahnya, wanita wanita lebih kuat menggunakan perasaan dan emosi dibandingkan pria. Pria lebih banyak memakai akan ketimbang perasaan. Karenanya wanita dineri tugas oleh Allah untuk mengandung, menyusui, memelihara anak dan tugas-tugas lain yang lebih banyak membutuhkan perasaan. Perasaan punya nilai tinggi, sangat mulia, dan diperlukan sekali untuk mewujudkan kasih sayang. Sedang akal justru mengalahkan perasaan dan kasih sayang. Misalnya, seseorang ayah bersikap keras dalam mendidik anaknya. Ibunya, karena dorongan perasaan mencegah suami berbuat seperti itu. Anak memerlukan kesempurnaan akal dari ayah dan perasaan belas kasih dari ibu. Kekurangan akal wanita dibanding pria bukanlah berarti cela. Justru kelebihannya merupakan kebanggaan. Arti dari kurang atau lemah agamanya yaitu, bahwa Allah banyak memberi kebebasan kepada wanita dari kewajiban-kewajiban melaksanakan tugas-tugas agama. Misalnya, wanita tidak wajib shalat Jum'ah dan jamaah. Wanita juga tidak diwajibkan ikut perang ( jihad ). Jadi memang lebih sedikit kewajiban-kewajiban wanita dibanding pria. Kekurangan- Kekurangan itu bukan berarti membedakan pahala wanita dengan pria. Masing-masing mendapat pahala sesuai tugas dan fungsinya. Firman Allah :

"Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan." ( Q.S. An-Nisaa : 32 )

2. BAYI TABUNG

Pertanyaan : Apakah bayi tabung bertentangan dengan agama ?

Jawaban : Bayi tabung merupakan penemuan baru oleh akal manusia dibidang kedokteran, yang sejak lama diusahakan oleh para pakar kandungan untuk menolong para wanita yang sulit hamil. Metode uang dipakai ialah dengan cara mengambil ovum dari wanita dan sperma dari pria, yang kemudian ditampung dalam sebuah tabung dalam jangka waktu tertentu, dengan derajada panas seperti dalam rahim ibu. Ini nelalui beberapa proses perkembangan, kemudian setelah saatnya tiba, Benih itu dimasukkan ke dalam rahim ibu untuk perkembangan berikutnya, sampai saatnya calon bayi itu lahir.

Dalam hal ini, para dokter tidak dapat melakukan atau menciptakan sesuatu apapun. Mereka hanya memindahkan ovum dan sperma itu saja, bukan menciptakannya. Jadi, proses bayi tabung itu tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT, yang berarti juga tidak bertentangan dengan syariat-Nya. Tetapi kalau sperma dan ovum itu bukan berasal dari suami dan istri yang sah, maka soal tersebut sudah beralih pada pembicaraan menganai keturunan. Hukumnya haram, sama seperti anak zina.

 

1. GADIS MINTA KAWIN

Pertanyaan : Bagaimana caranya bila seorang gadis akan mengutarakan "hasratnya untuk kawin" kepada orang tuanya ?

Jawaban : Ada yang berpendapat dengan isyarat, dan ada pula yang berpendapat dengan terang-terangan. Karena itulah seorang ayah dituntut untuk selalu cerdas dan mengikuti tingkah laku si anak gadis dengan seksama. Contohnya ketika Nabi Musa menolong dua orang gadis dengan memberi minuman kepada ternak mereka. Setelah itu Musa kembali berteduh di bawah pohon, sedangkan kedua gadis itu pulang. Beberapa lama kemudian salah seorang dari gadis tadi berjalan mendatangi Musa dengan wajah menunduk malu-malu, seraya berkata, "Bapakku memanggil kamu untuk membalas kebaikanmu yang telah memberi minum ternak kami". Musa memenuhi undangan itu, dan bertemulah ia dengan bapak si gadis yang bernama Syuaib. Dihadapan bapaknya dan Musa, si gadis itu berkata :

"Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja dengan kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik untuk bekerja dengan kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."

Mendengar ucapan anak gadisnya, Syuaib paham apa maksudnya. Ayah yang bijak itu langsung berkata kepada Musa :"Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang diantara kedua anakku ini, dengan syarat kamu bekerja denganku selama delapan tahun." Dalam hal ini gadis ataupun janda mempunyai hak untuk menerima atau menolak calon suami yang disodorkan kepadanya, seperti yang dikisahkan ole Siti Aisyah r.a. : "Ya, Rasulullah, tidak mengapa saya menuruti dan menyetujui keinginan ayahku itu. Saya hanya ingin memberi tahu kepada kaumku, bahwa para orang tua tidak berhak memaksa anak-anak gadisnya." ( H.R. Annasai ).

2.TERGODA PRIA LAIN

Pertanyaan : Aku kawin dengan pemuda saleh yang mencintaiku. Tetapi hatiku belum puas bila aku membandingkannya denganlaki-laki lain. Aku sering kali bingung dan sering kali merendahkan diriku sendiri. Apa jalan keluarnya ?

Jawaban : Anda sudah cukup tersiksa dengan merasa diri terhina dan rendah. Dan anda telah menghukum diri sendiri dengan perilaku yang salah, sehingga anda telah membutuhkan bantuan orang lain untuk menjatuhkan hukuman atas diri anda sendiri. Masalah yang anda hadapi bukan sekedar keburukan dari segi agama saja. Orang yang tidak beragama sekalipun bila berbuat seperti anda, telah tergolong berbuat buruk. Ketahuilah bahwa cinta itu bersifat nisbi dan subjektif. Anda harus dapat membedakan antara cinta dengan penghargaan atau penghormatan. Kalau hati anda dingin tanpa cinta kepada suami, setidak-tidaknya anda harus menghargai dan menghormati ikatan ( akad ) nikah yang tekah menghalalkan anda baginya. Apabila anda tidak mampu melakukannya, maka demi keyakinan dan keimanan yang anda miliki, sebaiknya minta kepadanya untuk menceraikan anda. Ini lebih baik daripada hidup bersamanya tanpa rasa cinta dan kasih sayang.

3. UCAPAN YANG TIDAK LAYAK

Pertanyaan : Saya sering melontarkan kata-kata yang tidak pantas, terutama bila marah. Saya takut kepada Allah. Apa yang harus saya lakukan untuk menghindarinya ?

Jawaban : Bila anda sedang marah, lalu tanpa sadar melontarkan kata-kata yang tidak pantas, maka segeralah istighfar dan bertaubat dan kuatkan niat untuk tidak melakukannya lagi. Jika anda sering dikalahkan oleh emosi, maka ketahuilah bahwa kaya-kata yang diucapkan orang adalah kemauannya. Maka janganlah melontarkan kata-kata, kecuali sesudah dipikirkan baik-buruk akibatnya. Ini kalau anda tergolong orang-orang yangberakal sehat. Bila timbul keinginan untuk melontarkan kata-kata yang tidak layak, kembalilah kepada Allah dan ucapkan "Audzubillahi minasysyaitonir rojim", untuk menjauhkan dari setanyang menjadi penyebab timbulnya marah. Ketahuilah bahwa anda memiliki dua tahap, yaitu tahap berfikir dan tahap berbicara. Bila mulai dengan tahapan berfikir, maka mintalah perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk. Bila sudah memasuki tahap ucapan, maka hentikan ucapan dengan segera dan jangan diteruskan. Bila anda mampu menghentikan ucapan pertama, maka anda akan selamat untuk ucapan-ucapan berikutnya, lalu beristighfar kepada-Nya.

1. ISLAM DAN PEDANG

Pertanyaan :Apakah benar Islam berkembang dengan kekuatan senjata ( pedang ) ?

Jawaban : Islam pertama kalinya diterima dan dianut adalah di Mekkah, oleh kalangan orang -orang lemah ( dhuafa ) dan bukan oleh golongan kuat, penguasa Mekkah atau pemimpin-pemimpin Quraisy. Islam sebagai keyakinan dan kepercayaan, diterima dengan suka rela dan kesadaran. Bukan dengan paksaan atau ancaman. Setelah Islam mempunyai kekuasaan dan pemerintahan, baru menggenggam pedang dan senjata lainnya untuk mempertahankan tegaknya agama dari serangan dan ancaman pemusnahan oleh musuh-musuh Islam. Jadi, wajar-wajar saja kalau mengangkat senjata untuk membela dan mempertahankan agama. Karenanya, tuduhan orang-orang yang tidak senang kepada Islam, seperti ahli sejarah Barat J. Henry Breasted, dalam bukunya MANKIND IN THE WORLD mengatakan bahwa Islam dikembangkan dengan pedang, adalah pernyataan yang mengada-ngada.

2. PENYAKIT HATI DAN OBATNYA

Pertanyaan : Beberapa ayat dalam Al-Qur'an menyebut tentang penyakit-penyakit hati, seperti dalam firman Allah :

"Dalam hati mereka ada paenyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta". ( Q.S. Al-baqarah : 10 ).

Apa yang dimaksud dengan penyakit-penyakit hati ? Penyakit fisik ( jasmani ) atau penyakit metafisik ( rohani ) ?

Jawaban : Yang disebut penyakit fisik adalah hilangnya keseimbangan pada suatu organ tubuh. Orang akan merasakan sakit pada mata bila ia kehilangan keseimbangan pada matanya. Orang akan ingat bahwa dia punya ginjal bila terserang penyakit pada ginjalnya. Hilangnya keseimbangan menimbulkan rasa sakit, dan rasa sakit merupakan isyarat dan pertanda bahwa di tempat itu ada penyakit. Adanya rasa sakit akan lebih mudah bagi pengobatan penyakit. Sebaliknya, penyakit tanpa rasa sakit akan lebih menyulitkan pengobatannya. Hati ( liver ) adalah gumpalan darah yang memberi manusia gerak dan kehidupan. Adapun dalam soal-soal metafisik ( spiritual ) adalah pengalihan dari beban-beban akal ke dalam hati dan bersarang serta berpangkal dalam lubuknya serta sulit menyingkirkannya. Kehidupan selanjutnya ialah sesuai dan sejalan dengan isi hati itu. Hati dilingkari dan dipengaruhi oleh jantung, dan keduanya terletak dalam rongga dada. Ketigs organ ini sering disebut hati, jantung, dan dada. Dalam Al-Qur'an ada istilah-istilah yang berbeda tentang hati. Firman Allah:

"Dan menjadi kosonglah hati ( jantung ) ibu Musa, sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang yang percaya ( kepada janji Allah )". ( Q.S. Al-Qashas : 10 ).

Sebutan hati yang pertama dengan "fuaad" artinya jantung dan yang ke-2 "qolbu" artinya hati. Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :

"Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu ?" (Q.S. Alam Nasyrah : 1 ) .

"Melapangkan " adalah untuk dada seluruhnya, bukan untuk hati atau jantung saja. Jadi, yang dimaksud oleh Al-Qur'an "penyakit hati" itu adalah penyakit yang spiritual, yaitu kehilangan keseimbangan. Apakah batas-batas keseimbangan hati ? Bata-batasnya ialah bila seseorang dihadapkan pada dua alternatif ( pilihan ), lalu ia bahas dengan mendalam, dan yang paling baik diantara dua pilihan itu dimasukkan ke dalam hatinya. Allah SWT tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya. Firman Allah :

" Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya." ( Q.S. Aa-Ahzab : 4 ).

Berarti hati seseorang tidak bisa ditempati oleh dua persoalan sekaligus. Kalau dalam lubuk hati sudah bersarang satu persoalan, lalu dipadukan dengan persoalan ke-2, maka yang kedua itu akan sulit masuk ke dalam hati. Jadi, bila membahas suatu masalah, hati harus kosong dan bersih dari persoalan lain, agar dapat menempatkan sesuatu dengan baik. Kalau tidak , maka hati kita akan menjauhi fitrah ( tabiat asal yang baik ) yang dapat menimbulkan penyakit dalam hati lalu Allah menambah penyakitnya.

3. ROTARY CLUB, LIONS CLUB, DAN LAIN-LAIN

Pertanyaan : Apakah boleh seorang muslim ikut beramal sosial dengan perkumpulan yang non Islam seperti Rotary Club, Lions Club, dan lain-lain ?

Jawaban : Allah SWT berfirman :

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam ( mengerjakan ) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertawakallah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya." ( Q.S Al-Maidah : 2 ).

Tolong-menolong bukan usaha dua orang saja, melaintak seluruh masyarakat untuk kemakmuran alam, yang dapat meningkatkan taraf hidup manusia dalam segala bidang, sehingga tercapailah kesejahteraan dan kemakmuran. Ajaran sosial kemasyarakatan dalam Islam ialah bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, karena dia membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya sepotong roti yang kita makan adalah jasa dan hasil puluhan orang, bahkan ratusan orang lain. Kita tidak dapat memungkiri bahwa ada beberapa perkumpulan atau yayasan sosial yang telah menyerbu masyarakat dan negara-negara Islam, seperti Rotary Club, Lions Club, dan lain-lain. Soal amal sosial, boleh kita sambut dengsn baik. Tetapi sebagai seorang muslim kita wajib bergerak dalam badan sosial yang kita miliki sendiri, yang mengandung niat "dakwah dan karena Allah". Clu-club seperti tersebut di atas dapat mengalihkan dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran agamanya, karena dalam setiap acara yang mereka selenggarakan seringkali disajikan hidangan atau paket acara yang diragukan halalnya dan gata hidup mewah yang jauh dari nilai dan ajaran Islam. Yang juga harus diketahui, perkumpulan-perkumpulan seperti itu erat hubungannya dengan gerakan Masoni dan Zionis internasional. Mereka memang sengaja menyelenggarakan pesta-pesta yang mewah dan menarik minat masyarakat, yang dapat memperdaya kaum muslimin dari iman. Amal sosial yang diterima Allah ialah yang berlandaskan pada kebajikan dan taqwa dan dilakukan karena Allah semata.

(Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab ka-

rangan Prof. Dr. M. Mutawalli Asy Sya'rawi)

						
BACK NEXT
                                  
27 Juli 2003 03:40:15